(Cerpen) Tamu
Mendung sudah lama menyelimuti, terdengar suara bergemuruh di langit. Kilat sesekali menyambar, bau basah dan angin kencang memberi pertanda sebentar lagi akan hujan. Rumah itu telah lama kosong, tak berpenghuni. »
Mendung sudah lama menyelimuti, terdengar suara bergemuruh di langit. Kilat sesekali menyambar, bau basah dan angin kencang memberi pertanda sebentar lagi akan hujan. Rumah itu telah lama kosong, tak berpenghuni. »
Menikmati masa-masa bulan madu dengan yang dicinta, dunia terasa hanya milik berdua. Pagi hingga malam dihabiskan bersama, hubungan hangat belum dibanjiri masalah. Rasa sayang menjadi abu saat nafsu perlahan menyerbu. »
Menunggu terasa menyiksa ketika panas terik tak kunjung reda. Mengidamkan segelas minuman untuk mendorong sisa makanan yang masih tertinggal di kerongkongan. Mata yang sedari tadi berat hasil tidur malam yang terhambat, menantikan obat penghilang sepat. »
Selagi masih ada tetesan embun dan kecoa yang sedang ngepot dipojokan lemari dekat pakaian kotor lapig masih menanti hujan dari tahun lalu, belum ada tanda-tanda mereka akan datang. »
Membeli barang memang sebuah hal yang lazim dilakukan untuk memenuhi kebutuhan. Seiring perkembangan zaman, kegiatan jual-beli pun mulai berkembang. Pasar konvensional menemukan pesaing dengan munculnya e-commerce beserta toko-toko online. »
Bisa Karena Terbiasa Ada benarnya juga pepatah diatas, sudaj beberapa bulan tinggal di tempat asal, hampir setengah tahun kalo tidak salah, tidak lama juga di tempat perantauan, cuaca mau musim kemarau atau hujan sama saja. »
Tidur kurang dari jam sebelas malam, lampu kamar dimatikan, hp disilent, tidak merasakan mimpi yang aneh-aneh, lali tiba-tiba ada yang membangunkan pagi sudah tiba. Seperti biasa kegiatan di hari sabtu dan rabu, berangkat pagi, untung saja ada yang mengantar pulang pergi, tidak harus menggunakan kendaraan umum. »